Sitemap  |  Intro
        Indonesian | English


 

 
 
 
100% Organic
Dijamin budidaya tidak menggunakan pestisida
dan hanya dipupuk dengan pupuk 100% organik
- Heinrich Melcher / Founder -

 

Testimonial Artikel

1 2 3 4 5 6 Next
   
  Tetes Mata Herbal Radix Vitae Papua terbukti secara empiris mampu menyembuhkan sekitar 100.000 penderita penyakit mata dengan berbagai keluhan. Berikut beberapa testimonial dari para penderita penyakit mata yang mengalami kesembuhan.
   
 
 
26 November 2012 - Minus dan silinder saya terus berkurang 0,25 smpai 0,50 tiap minggunya


jessica fahlinani siregar

Diawal 1-2 bulan pemakaian, tiba-tiba penglihatan saya kabur, setelah check
dokter mata, minus saya bertambah dari 3,75 menjadi 4.25, silinder berkurang
dari 2.25 menjadi 1.25.
   
 
10 Oktober 2012 - Sekarang tidak lagi tergantung kacamata pada saat membaca. Thank you to MR.Heinrich n radix vitae


Louise Mathilde

Nama saya louise mathilde umur 32thn, setelah mencoba produk tetes mata dr radix vitae selama kurang lebih satu bulan,mata saya menunjukan kemajuan,saya tidak lagi tergantung kacamata
   
 
6 Juni 2012 - Benjolan pada sudut kanalikum di mata sebelah kanan sembuh dengan tetes mata herbal dan kapsul angelica


Liberato Soriano

Kurang lebih tiga bulan lalu saya pernah berkonsultasi dengan bapak tentang keluhan saya, yaitu benjolan pada sudut kanalikum di mata sebelah kanan saya, dari konsultasi dan foto yang saya kirim ke bapak, bapak menganjurkan kepada saya untuk menggunakan/mengkonsumsi tetes mata herbal dan kapsul angelina ditambah minyak internal papua.
   
 
12 Desember 2011 - Mata plus saya sudah sembuh dan mata dinyatakan normal kembali !


   Ir. Fenny Ichwani Nasution

Kegiatan membaca sudah menjadi kebutuhan rutin yang setiap hari selalu saya lakukan.  Oleh karena kegiatan membaca itu sering saya lakukan sambil berbaring di tempat tidur, sudah sejak 3 tahun lalu dokter mata mendiagnosis kelainan pada mata saya yakni mengalami mata plus.
   
 
12 Desember 2011 - Sembuhkan silindris dan minus,menggapai cita-cita


   Hendi (23 tahun)

Sejak kecil saya bercita-cita menjadi seorang penerbang Angkatan Udara.  Saat tamat SMA dan terbuka kesempatan untuk mendaftar sebagai penerbang sayasegera mendaftar sebagai calon taruna AAU.
   
 
14 April 2010 - silinder hilang & minus sudah turun menjadi minus 3/4


   Koko Susilo (19th)

Saat saya mengikuti test kesehatan sebagai calon pegawai Imigrasi, diketahui bahwa ada kelainan pada mata saya yakni Minus 1,75 & silinder pada mata kanan & kiri. Kemudian Bulan Sept ’09 mulai memakai Tetes Mata Radix Vitae, setelah pemakaian botol ke-2 mata sudah mulai terasa
lebih enak.
   
 
21 Maret 2010 - plus turun 1 dan katarak sudah tidak ada


Djuprie Soedarmo (Barongan, Jetis Bantul Yogyakarta) - 61 tahun

Pada Tahun 2005 Departmen Kesehatan di Yogyakarta pernah mengadakan pemeriksaan mata secara massal. Kesempatan itu dipergunakan Pak Djuprie untuk ikut memeriksakan matanya.  Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan menderita Katarak yang masih tipis dan Hyperopie (Plus) 2.
   
 
21 Maret 2010 - sembuh total dan kembali normal (tidak minus lagi)


Rizkyana - Semper Barat, Tanjung Priuk

Pada Usia 16 tahun setelah memeriksakan diri ke Toko Optik  baru diketahui adanya kelainan pada matanya yakni  minus Kiri dan Kanan sebesar 0,75.

Karena Rizkyana merasa tidak enak dan sebagai perempuan malu mau pakai kaca mata orang tua berusaha mencari jalan untuk menyembuhkan anak mereka dari kelainan mata minus.
   
 
21 Maret 2010 - Migrain saya sembuh, pilek sudah jarang (75% sembuh)


Suharni - Sukoharjo ( dekat Univet Sukoharjo)

Sebelumnya saya sudah minus, mata kanan minus 7, mata kiri tidak kelihatan.

Dulu saya sering pusing, migrain, pilek selama 12 tahun tidak sembuh-sembuh.

Saya sudah minum obat dokter dan punya dokter langganan.

Atas info dari Drs. Harsono saya membeli tetes mata Radix Vitae Papua.

Sebelum itu kalau tidur mata saya bengkak merah, bola mata sampai melotot seperti mau keluar, kalau lihat TV tidak jelas.
   
 
21 Maret 2010 - Miopi progressif (Minus) sembuh


Nuriyadi - Balangjati Mojowates Rejo Kemlagi

Nuriyadi, dimulai sejak kelas 2 SD merasa kurang bisa melihat jauh.  Karena keadaan tersebut orang tuanya membawa dia untuk periksa mata di Dokter ahli mata.  Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Nuriyadi menderita miopia progresif yang naik cepat.  Dalam waktu tidak lama, minus naik terus dan Nuriyadi mulai menggunakan kaca mata.  Pada pemeriksaan berikutnya,  minusnya sudah naik menjadi 4.  Karena Nuriyadi anak satu-satunya orang tua berusaha untuk mendapat obat untuk menyembuhkan mata anaknya.  Mereka pakai obat tetes mata dari Dokter tetapi tidak ada kemajuan sama sekali sedangkan pada tahun 2006 keadaan mata Nuriyadi makin buruk sehingga dia tidak bisa tahan silau dan sering merasa gelap serta tidak dapat melihat dengan jelas lagi. Walaupun menggunakan kaca mata tetap keadaan mata seperti di atas.
   
       
  Kembali ke atas   1 2 3 4 5 6 Next